Masih bersama 3dB, mobile recording & audio post-pro asal Jogja, merekam on location dari live peformance band keroncong modern D’Tjongpijk. Berlokasi di Rumah Panggung, loading alat dimulai dari jam 2siang. Beres2 alat-alat musik terlebih dahulu, dari drum, bass dan amp, 2 gitar elektrik, Cak, Cuk, dan Cello…. ups kelupaan… biola.Acara ini sebenarnya dijadikan liputan oleh SCTV yang nantinya disiarkan dalam acara Eksis.
Kita lanjut…Teknis Miking
Team 3dB terdiri dari Budi dan Io mulai menata pheriperial on location recording skitar jam 2 siang, Set-up yang layaknya harus cepat, karena team SCTV mengejar waktu syuting sebelum matahari terbenam dan ancaman mendung yang akhirnya hujan juga pukul 17.00.
Pertama, kami tempatkan Digigram ES8 mic di dekat Drum riser, kiri panggung, sengaja kami sembunyikan dibalik ampli gitar Fender supaya estetika gambar tetap terjaga. Kami pasang mic instrumen dari drum menggunakan Rode NT1 dengan metode stereo miking. Pada kick drum kami pasang SM58 (sharusnya D112 ya, tapi koleksi mic kami terbatas pada SM57 dan SM58 saja tak apalah).
Kabinet bass kami colokan pada terminal Balance Outnya pada amp Behringer untuk menghemat penggunaan DI-BOX.
Instrument selanjutnya adalah pengambilan Emulated Line Out dari kabinet solid state Marshall, kami colokan BOSS DI disini.
Kemudian, instrumen biola kami perlakukan sama seperti gitar diatas. Colok DI-Box, satu kami kirim ke Digigram ES8, satunya kami masukan ke spliter transformer Radial OX 8.
Selanjutnya sepasang Mic SM57 kami todongkan pada perangkat CAK-CUK, instrument nyawa dari sebuah pagelaran keroncong, tidak jauh dari mereka kami pasang satu lagi Mic SM57 pada rongga resonansi perangkat Cello.
Kami memasang kabel Vovox pada Mic Vocal, sedangkan untuk backing vokal hanya mempergunakan 1 mic saja. Dan dua - duanya menggunakan SM58.
Tak lupa kami todongkan SM58 pada gitar ampli Fender sebagai instrumen Mikingnya.
Dan seni On location recording terletak pada penggunaan 2 Mic Josephson C42 sebagai stereo ambience diseluruh Rumah Panggung ini.
Teknis Recording
Kami set dua komputer. ADK Lyve Tracker sebagai komputer rekaman. Didalamnya terinstal DAW Steinberg Cubase 4.52. Terkoneksi dengan Ethersound Technology dengan mempergunakan kabel CAT-5 (kabel yang biasa digunakan untuk jaringan etrhernet). Alhasil dari kabel biru mungil ini, skitar 32 channel audio track dapat kami transport dari ES8 Mic secara simultan).
Asus Eee PC kami pasang sebagai komputer kedua, sebagai kontrol dari ES8 Mic. Dari komputer ini kami dapat menghidupkan Phantom Power, Atur Gain Stage pada saat check sound dan on location recording berlangsung. Tentunya set-up tiap track dari ES8 Mic ini dapat kami simpan dalam bentuk preset. Sehingga, ketika Cek-Sound sudah menemukan gain stage yang Hot dan tidak clipping, Save Preset dan kami buka saat On location recording berlangsung.
Kami merekam sekitar 2 jam nonstop menggunakan system ini. Stabil dan tidak mengalami crash sedikitpun.
Catatan Kecil dari On Location Recording D’Tjongpijk
1. Ketika kita bekerja rekaman di luar studio, selalu perhatikan peralatan yang kita bawa. Maklum saking banyaknya equipment kita akan semakin susah menghandlenya. Sediakan bolpoin dan kertas untuk mempermudah administrasi, selain menulis Channel List, inventarisasi alat Anda.
2. On Location adalah sebuah kerja team work, berikut elemen yang kami catat pada saat itu:
a. Artis / Musisi itu sendiri.
b. Sound System / PA yang digunakan untuk system monitor untuk artis dan para penonton dadakan untuk ikut menikmati musik.
c. On Location Recording team, terdiri dari operator rekam dan asisten yang mengatur teknis recording yang digunakan dan harus ngerti bener kebutuhan si Artis.
d. Broadcast Team, dalam hal ini mereka team yang dikirimkan dari stasiun televisi, biasanya terdiri dari kameraman dan program director, Koordinasikan set-up Anda dengan mereka, sapa tau alat-alat Anda mengganggu proses pengambilan gambar dari angle terbaik kamera dalam sebuah lokasi rekording.
e. Alam dan situasi sekitar, tentunya jangan melupakan Alam, pastikan Anda kenal betul dengan lokasi yang hendak Anda gunakan untuk On Location Recording. Sedang musim apa, perlukah Anda membawa pelindung hujan. On Location Recording juga menentukan akan menggunakan sumber listrik apa? Apakah Genset, Pakai dari PLN?, Seberapa baik koneksi VOLTASE listrik, Sudah terground dengan baik?
Mungkin itu cerita sekelumit dari On Location Recording D’Tjongpijk kami telah kami lakukan akhir Mei 2009 lalu, Semoga sukses D’Tjongpijk dengan hasil liputan dan On Location Recording ini.
Salam,
BP