rekaman musik MIDI, studio MIDI, sound designer, penata dan aransemen musik, praktisi sound editing, Audio Midi Home Recording
Sound Designer - Audio MIDI Home Recording
28 Feb
Setelah baca dunia musik di Indonesia yang udah mulai kolaps karena pembajakan dan tema musik yang “kangen” bgt,rasanya perlu ada terobosan baru yang bukin para musisi dan insan di dalamnya punya semangat lagi.
Apalagi kita sebagai orang beredukasi tinggi merasa perlu mendidik mereka dengan baik. Mungkin lewat musik, saya berani bilang orang dapat nyatuin banyak hal.
tentang tema hidup dan pengalaman share alam manusia.
Musik yang diidentikan menjadi barang komoditi, sebentar lagi akan menemukan stagnan. Banyak orang mudah memperoleh komoditi musik secara tidak resmi.
Dan anehnya banyak orang2 yang santai2 aja tuh ndegerin musik di telinga mereka tanpa mau sedikitpun penghargaan.
Padahal dari segi emosional, mereka2 ini sangat tertolong dengan adanya musik2 ini. Hidup mereka jauh lebih indah dan bersuara.
Pembajakan membuat insan2 musik menjadi lebih dewasa. Dalam hal hasil karya dan menemukan jalur komoditinya.
Tapi saya secara pribadi berpikir… menikmati musik dengan membayar konvensional akan segera punah.
Penjualan musik melalui CD dan Kaset akan menemukan jalur baru yang lebih mudah.
Semenjak dirintisnya RBT yang fenomenal itu, membuat orang menikmati musik dengan cara yang aneh. Musik yang terdengar di RBT sebatas reff ato bagian indah dari lagu yang mudah diingat banyak diminati dan rela membayar dengan tinggi.
Sebagaian RBT dijual/disewakan dalam periode oleh para provider dengan rentang harga 7000-9000… Huiig chh j j cukup mahal bila diasumsikan dengan orang membeli kaset seharga 20-25ribu dengan 10lagu plus cover aslinya…
ini menurut saya lucu tapi asyik…
Pola beli masyarakat berubah…
Dan semakin Aneh…
saya berpikir untuk menggratiskan karya musik dalam media unduh internet.
Karya saya seharusnya tidak menumpuk di hardisk yang akhirnya berpindah ke recyclebin dan hilang…
salut dengan gaya Koin yang rela gratisin CDnya beberapa waktu lalu…(red.TRAX Megazine).
Mungkin orang berpikir dua kali untuk membajak… it’s gratis…
ato orang lain akan mendownload dan mereplika isi CD dengan hasil downloadan tadi…
???
wehehe … semakin hari para pembajak itu selalu punya UPDATE/PAtch terbaru untuk kinerja mereka dalam proses piracy ini…
salut juga… sebagian tindakan mereka adalah keuntungan tak kentara para feodal-feodal musik dan industri hak cipta.
So bagaimana dengan kalian?
Masih rileks dengan barang bajakan, kurangi sedikit konsumsinya ato menyisihkan sebagian uang untuk beli CD/KAset Original?
Menurut saya…
perlu ada pendidikan penghargaan karya… bukan hanya semata-mata uang akan sebuah produk… tapi sebuah share pikiran kecil antara penikmat musik dan pembuat musik adalah langkah awal yang jenius.
produk adalah penting bagi musisi. tapi yang terpenting adalah share ide dan kesempatan bekarya untuk hasil yang lebih tinggi.
Kalo orang udah ga kuat lage beli kaset, at least menonton konsernya yang bersponsor rokok, atau produk laen dengan tertib adalah suatu penghargaan…
melindungi sesama penonton, menyanyi bersama dibawah pola sadar (non drug dan narkoba) dan menikmati musik secara massal adalah contoh penghargaan yang unik.
dari hal yang sederhana, kita mungkin belajar sesuatu yang indah…
Musiknya udah gratisan, masak bisa edarin seenaknya tanpa share ide yang jelas?
apalagi nontonnya penuh kerusuhan macam perang 45.
Ini yang harus kamu gerakin sekarang!!!
4 Responses for "Musik Gratisan!!!"
Opini yang cukup bagus,,,,
Kadang ngerasa jengah juga melihat pola khidupan masyarakat indonesia sekarang,,
ada 2 hal yang menurut aku saling kontra kondisi,,,
masyakat kita memililki gengsi yang luar biasa tinggi namun tidak di dukung dengan kemampuan dan lingkungan yang menkondisikaN mereka,,,
kembali soal penghargaan terhadap karya cipta,,kenapa yang namanya pembajakkan bisa ada??banyak yang menyalahkan semua kembali ke faktor ekonomi,,,melihat siapa saja penikmat dari musik bajakan itu sendiri,,,mereka yang menengah kebawah,,dan seperti yang kita tahu,ada untungnya juga bagi band “kampung” ketika musik mereka di bajak,,,(…..-RED)
Ironis,yang terjadi sekarang,,,ketika mereka kaum menengah ke atas,,mulai menikmati hasil bajakan dengan cara yang berbeda…mendownload misalnya,,,tapi disisi lain mereka menikmati musik dengan cara m,embayar harga mahal…(rbt)
,,,,,,,
apa sekarang ini,menikmati musik sebagai ajang pamer ya??
Ketika qt menikmati musik untuk diri kita sendiri,kita seolah menurunkaan level prioritas konsumtif,,,beda halnya ketika qta ingin menunjukan/pamer selara musik kiata ke pada orang lain,,,
Kadang penghargaan yang ingin kita berikan kepada para seniman tidak berbanding lurus dengan kebuthan atau kondisi dari masing individu…
Dan disinalah munggkin kita menyadari akn makna egois liberalis di sini,,
AKSI = - REAKSI
Thank Ame…
Aksi-Reaksi…
nice point…
aku jadi penasaran gimana aksi musik gratisan ini, temen laen ada opini?
lanjut…
Musik itu memang hrs nya gratis..tiss..tiisss…
Krn musik itu hak hakiki tiap makhluk bahkan tidak manusia saja!
(wah tp nanti org kyk aku makan apa?!! masa g dapet2 duit terussss?!)
Wakakakakakak!!!
he9… makasih mas Gilbert!!!
gratisan boleh,,, kalo pgn dapat uang dari musik, bisa dari proses kreatifnya,ketika manggung dan ikut jadi ambassador sebuah brand ternama…
Thanks
Leave a reply